Integrasi Sifat Tumbuhan (Species Traits) Dukung Komitmen Deklarasi Manokwari Lindungi 70% Hutan Papua
πŸ“… 05 October 2026 46 dilihat Admin Pascasarjana UNIPA

Integrasi Sifat Tumbuhan (Species Traits) Dukung Komitmen Deklarasi Manokwari Lindungi 70% Hutan Papua

Kolaborasi multiinstitusi di level global yang melibatkan dosen Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Papua yakni Prof. Dr. Charly Danny Heatubun, S.Hut, M.Si., FLS, Prof. Dr. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si., Prof. Dr. Agustinus Murdjoko, S.Hut., M.Sc, dan juga Dr. Nurhaidah Sinaga di mana menjadi bagian sebagai penulis pada sebuah studi internasional yang terbit di jurnal Conservation Biology mengungkapkan pentingnya memadukan data sifat biologis tumbuhan (species traits) ke dalam pemodelan spasial untuk mendukung perencanaan konservasi di Semenanjung Kepala Burung, Tanah Papua. Penelitian ini menjadi landasan ilmiah penting untuk merealisasikan Deklarasi Manokwari, yang berkomitmen mengalokasikan 70% wilayah Semenanjung Kepala Burung (sekitar 70.000 kmΒ²) sebagai kawasan konservasi.

Studi ini merupakan kolaborasi peneliti dari Royal Botanic Gardens Kew, Universitas Papua (UNIPA), BRIDA Provinsi Papua Barat, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Royal Botanic Gardens Edinburgh, serta berbagai lembaga konservasi dunia.

1. Tantangan Data dan Terobosan Metodologi

Pulau Papua merupakan pulau dengan keanekaragaman flora tertinggi di dunia. Namun, sebagian besar spesies tumbuhan di wilayah tropis bersifat langka dan minim data lokasi pencatatan (occurrence records), sehingga menyulitkan pemodelan distribusi berbasis data spasial konvensional.

Untuk mengatasi keterbatasan data tersebut, para peneliti memanfaatkan deskripsi taksonomi dari koleksi spesimen herbarium bersejarah untuk mengekstrak data sifat biologis (traits) dari sekitar 800 spesies tumbuhan.

Kategori Sifat Tumbuhan yang Dianalisis


 | Kategori Sifat | Variabel Spesifik yang Diamati | Ukuran Fisik | Ukuran daun (panjang & lebar), ukuran bunga, ukuran buah, dan ukuran tumbuhan secara keseluruhan.
| Bentuk Pertumbuhan (Habit) | Pohon, semak, herba, terna pemanjat, dan epifit.
| Variasi Warna Bunga | Merah, kuning, putih, ungu, merah muda, oranye, dan cokelat.

2. Temuan Utama Penelitian

  • Sifat Tumbuhan Meningkatkan Akurasi Pemodelan
    Memasukkan variabel sifat tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan terbukti secara signifikan meningkatkan akurasi pemodelan keberadaan bersama (co-occurrence) spesies tumbuhan di lanskap seluas 100.000 kmΒ². Ukuran daun (panjang daun) dan warna bunga (merah & ungu) menjadi variabel yang paling efektif meningkatkan akurasi prediksi keberadaan spesies.
  • Sangat Membantu Memprediksi Spesies Langka
    Pemodelan berbasis traits memberikan manfaat paling besar dalam memprediksi lokasi keberadaan spesies tumbuhan langka yang data perjumpaan lapangannya sangat terbatas.
  • Melindungi Keanekaragaman Sifat dan Lanskap Berisiko Deforestasi
    Di bawah skenario perlindungan 70% Deklarasi Manokwari, sebagian besar area yang terpilih sebagai prioritas konservasi tidak hanya kaya akan keanekaragaman spesies, tetapi juga mempertahankan keanekaragaman sifat fungsional ekosistem (trait diversity). Mempertimbangkan trait diversity meningkatkan peluang terpilihnya area-area yang memiliki risiko deforestasi tinggi serta kawasan simpanan karbon di atas tanah (aboveground carbon) sebagai prioritas utama yang harus segera dilindungi.
  • Kawasan Prioritas Utama yang Teridentifikasi
    Hasil analisis prioritisasi spasial menyoroti kawasan pegunungan Tambrauw–Arfak serta wilayah dataran rendah penting seperti Moskona, Bintuni, Babo, Kaimana, Manokwari, dan Waigeo sebagai area kunci yang perlu masuk dalam jaringan kawasan yang dilindungi.

3. Implikasi Kebijakan

Studi ini membuktikan bahwa spesimen herbarium bersejarah dan literatur taksonomi menyimpan data berharga yang dapat dipadukan dengan ilmu konservasi modern. Pendekatan ini memperkuat argumentasi ilmiah bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperluas perlindungan hutan dataran rendah Papua yang saat ini masih kurang diakomodasi dalam jaringan kawasan konservasi eksisting.

Link artikel: https://doi.org/10.1111/cobi.70199

Trethowan, L. A., Jennings, L., Arifin, H., Borosova, R., Bramley, G. L. C., Briggs, M., Chu, O., Clark, R. P., Dawson, S., Dhanjal-Adams, K. L., de Freitas, Y., Hartup, J., Heatubun, E. G. E., Lee-Grant, C., Mapandin, L. V., Marwa, J., Moore, A., Murdjoko, A., Puglisi, C., … Heatubun, C. D. (2026). Informing spatial conservation prioritization with species’ traits. Conservation Biology, 40, e70199.